Topik liburan alternatif

Seekor kuda sandalwood berdiri di hamparan sabana luas Sumba dengan latar belakang langit jingga saat matahari terbenam. Pemandangan eksotis ini menjadi salah satu daya tarik utama kawasan Nusa Tenggara Timur bagi pelancong yang mencari ketenangan.

DESTINASI

Menjelajahi Pesona Lembah Sumba dan Tren Wisata Perlahan bagi Pelancong Perkotaan Indonesia

DESTINASI | Kamis, 24 September 2026 - 07:35 WIB

Kamis, 24 September 2026 - 07:35 WIB

Tren wisata perlahan di Pulau Sumba semakin diminati masyarakat perkotaan yang merindukan ketenangan serta keindahan alam autentik Nusa Tenggara Timur. Artikel ini mengulas lanskap eksotis, kekayaan budaya desa adat, hingga keindahan tenun ikat yang memberikan makna baru dalam perjalanan liburan. Pelajari cara menikmati petualangan bermakna yang mendukung kelestarian lingkungan serta kesejahteraan masyarakat lokal setempat.

Pemandangan lanskap pematang sawah yang hijau di kawasan pedesaan Indonesia menawarkan ketenangan alami bagi para wisatawan yang mendambakan rehat dari hiruk-pikuk perkotaan.

STORY

Menjelajah Keheningan Desa Wisata: Tren Slow Travel yang Menyembuhkan Jiwa Pelancong Urban

STORY | Senin, 7 September 2026 - 08:33 WIB

Senin, 7 September 2026 - 08:33 WIB

Tren slow travel di desa wisata Indonesia kini semakin diminati oleh warga kota yang mendambakan ketenangan dan interaksi budaya yang otentik. Selain memulihkan kesehatan mental pelancong, gaya liburan berbasis komunitas ini turut membangkitkan ekonomi warga lokal dan melestarikan warisan budaya tradisi.

Seorang pelancong menikmati pemandangan perbukitan hijau berudara sejuk yang kini menjadi destinasi favorit wisatawan global untuk melarikan diri dari cuaca panas.

TRAVEL NEWS

Arah Baru Perjalanan Global Memikat Pelancong Berburu Ketenangan dan Wilayah Sejuk

TRAVEL NEWS | Senin, 24 Agustus 2026 - 07:04 WIB

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:04 WIB

Pergeseran gaya hidup global melahirkan tren wisata baru yang menekankan pada pencarian daerah berhawa sejuk dan destinasi alternatif yang lebih sepi. Para pelancong kini lebih mengutamakan pengalaman bermakna, koneksi otentik dengan warga lokal, serta konsep perjalanan yang ramah lingkungan.