
STORY | Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:34 WIB
Artikel ini mengulas tren *slow travel* di Kyoto saat musim gugur, di mana perjalanan tidak lagi diukur dari jumlah destinasi yang dikunjungi, melainkan kedalaman interaksi dengan warga lokal. Pembaca diajak menjelajahi lorong tradisional, kedai teh tersembunyi, hingga strategi navigasi hemat yang mengubah cara pandang terhadap petualangan mancanegara.